Senin, 26 Oktober 2009

BAB II "TEORI ETIKA"

Teori Etika merupakan suatu tema yang tidak mudah dan tentu tidak mungkin menguraikan seluk-belluknya disini. Etika Bisnis ialah penerapan prinsip-prinsip etika yang umum pada suatu wilayah perilaku manusia yang khusus, yaitu kegiatan ekonimi dan bisnis. Prinsip etika tidak berdiri sendiri, tetapi tercantum dalam suatu kerangka pemikiran sistematis yang kita sebut "teori".
Teori etka juga membantu kita untuk menilai keputusan etis. teori ini menyediakan kerangka yang memungkinkan kita memastikan benar tidaknya keputusan moral kita.

- Utilitarisme
Berasal dari kata latin Utilis yang berarti "bermanfaat", menurut teori ini adalah suatu perbuatan dikatakan baik apabila membawa manfaat, tetapi manfaat tersebut tidak hanya melibatkan satu atau dua orang saja, melainkan menyangkut masyarakat secar kesaeluruhan. Utilitarisme menggantungkan moralitas perbuatan pada konsekuensinya.

- Deontologi
Berasal dari kata yunani Deon yang berarti kewajiban. yang menjadi dasaar bagi baik buruknya adalah kewajiban. konsekuensi perbuatan dalam hal ini tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan tidak pernah menjadi baik karena hsailnya baik, melainkan karena wajib dilakukan. Karena itu Deontologi selalu menekankan : perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang bai tidak menjadikan perbuatan itu baik. Misalkan kita tidak dibenarkan dalam perbuatan tercela.

- Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk menevaluasi baik buruknya suatu perbuatan. teori hak merupakn suatu aspek yang berkaitan dengan teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban.
Hka didsarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu teori hak sangat cocok ddengan suasana pemikiran demokratis.

- Teori Keutamaan
Keutamaan dapat didefinisikan sebagai diposisi watak yang diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Keutamaan tidak hanya dibatasi oleh taraf pribadi saja, tetapi harus selalu ditempatkan dalam konteks komuniter./ Dalam etika bisnis, teori keutamaan belum banyak dimanfaatkan. Tetapi minat untuk itu semakin menonjol. Ada banyak keutamaan dan semua keutamaan tidak sama pentingnya kepada semua orang atau setiap bidang kegiatan. Keutamaan dalam konteks Bisnis, Solomon membedakan keutamaan untuk pelaku bisnis individual dan keutaman pada taraf perusahaan. Dan juga menempatkan keadilan sebagai dasar keutamaan di bidang bisnis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar